!!> Reading ➳ Memoar Perempuan Revolusioner, Francisca C. Fanggidaej ➬ Author Hersri Setiawan – Bassgrotto.co.uk


Memoar Perempuan Revolusioner, Francisca C. Fanggidaej Francisca C Fanggidaej Sekarang Tinggal Di Zeist, Sebuah Kota Kecil Di Provinsi Utrecht, Belanda Di Usia Tuanya, Ia Pun Masih Mengikuti Perkembangan Situasi Dan Kondisi Politik Di Indonesia Semua Hidup Dan Perjuangannya Sampai Tahun 1965, Ia Tuangkan Dalam Buku Memoar Ini Dalam Gaya Bertutur Yang Lancar Dan Linear Buku Memoar Ini Tentu Adalah Persembahan Yang Sangat Berharga Bagi Rakyat Indonesia Yang Sedang Berjuang Melawan Serangan Neoliberalisme Karenanya Buku Ini Tentu Layak Dibaca Sebagai Cermin Dan Semangat Terus Berjuang Menegakkan Harkat, Terlebih Oleh Kaum Perempuan Indonesia Yang Terancam Semakin Disingkirkan Dari Ruang Public Dan Politik Bagi Sisca, Tentu Memoar Ini Belum Mewakili Seluruh Hidupnya Cerita Dan Kenangan Kenangan Lain Belum Terungkapkan Mungkin Biarlah Sejarawan Yang Menjawabnya


10 thoughts on “Memoar Perempuan Revolusioner, Francisca C. Fanggidaej

  1. says:

    Dari Belanda Hitam menjadi Perempuan RevolusionerAJ SusmanaDi antara nama nama pejuang perempuan yang memenuhi panggung sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, barangkali nama Francisca C Fanggidaej tak begitu dikenal Hampir tak ada literatur yang mengulas hidup dan perjuangannya Namanya tenggelam bersamaan dengan hancurnya Partai Komunis Indonesia PKI pasca Peristiwa G 30 S 1965 Walau begitu namanya justru tercatat dalam buku peringatan Konfrensi Kalkuta yang sangat bersejarah Dalam konfrensi itu, sebagaimana dicatat Ita Fatia Nadia Francisca C Fanggidaej yang juga akrab dipanggil Sisca, berpidato untuk memberitahukan kepada dunia International tentang perjuangan kemerdekaan Indonesia Konfrensi Kalkuta sendiri merupakan konfrensi pemuda dari negara negara terjajah yang sedang memperjuangkan kemerdekaan yang diselenggarakan di kota Kalkuta, India pada 1948 dan embrio dari konfrensi Asia Afrika di Bandung tahun 1955 h 9 Saya sendiri baru mengenal namanya sekitar tahun 1999 via esai memoar yang dia tulis menyambut Indonesia yang sedang merayakan tahun emas kemerdekaannya Pada momentum ini, Sisca menulis esai yang menggugah dan memberanikan tentang ingatannya terhadap perjuangan di sekitar kemerdekaan Indonesia berjudul ...


  2. says:

    My fav book so far Memberikan pandangan baru tentang kemerdekaan dan kejadian sebelum indonesia merdeka meskipun tidak merdeka sepenuhnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *